Mengenal Jurusan Kartografi dan Penginderaan Jauh
Jurusan Kartografi dan Penginderaan
Jauh mungkin terdengar asing. Barangkali orang akan bingung ketika mendengar
namanya lalu ber-oh tanpa tertarik melanjutkan perbincangan. Namun, Kartografi dan Penginderaan Jauh seharusnya tidak asing bagi siswa SMA
berkurikulum K-13 yang memperoleh mapel Geografi, entah wajib ataupun lintas
minat.
Kalau dilihat dari namanya dan
didefinisikan satu per satu, Kartografi singkatnya merupakan ilmu sekaligus
seni yang mempelajari mengenai pembuatan peta. Apa yang pertama kali terbayang
ketika mendengar peta? Dora The Explorer? Barangkali selama ini tidak terpikir oleh kita tentang bagaimana suatu peta dibuat, kan? Jangan-jangan tidak sadar
kalau dalam kehidupan sehari-hari kita sering bersinggungan dengan peta? Sering
menggunakan Google Maps? Nah!
Tuntas mengenai Kartografi, sekarang
beralih pada istilah Penginderaan Jauh. Bayangan apa yang timbul mengenai istilah
Penginderaan Jauh? Dukun? Cenayang? Bisa sih, tapi lulusan Kartografi dan Penginderaan Jauh bukan jadi dukun juga sih nantinya.
Penginderaan Jauh sebenarnya sebuah metode pengumpulan data yang dilakukan
tanpa kontak langsung dengan obyek yang dituju, sebagai gantinya dengan
menggunakan citra satelit, foto udara, dan masih banyak lagi.
Gambaran—meskipun samar—mengenai Penginderaan Jauh tentu didapat jika berkesempatan mempelajari
bab Penginderaan Jauh di SMA Kelas 3 pada mapel Geografi. Jadi, Kartografi dan
Penginderaan Jauh itu berhubungan sama Geografi ya? Ya memang begitu.
Pembelajaran Kartografi dan Penginderaan Jauh tidak terlepas dari konsep keruangan dalam Geografi. Di UGM, jurusan Kartografi dan Penginderaan Jauh pun masuk dalam
Fakultas Geografi.
Komentar
Posting Komentar