Postingan

Pemilu 2024: Harapan Atas Kemajuan Bangsa atau Pesta Lima Tahunan Semata?

Kurang dari satu bulan lagi, Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 akan dilaksanakan secara serentak. Pemilu menjadi arena kompetisi untuk mengisi jabatan politik di pemerintahan yang didasarkan pada pilihan formal dari warga negara yang memenuhi syarat[1]. Perlu digarisbawahi bahwa Pemilu menjadi wahana dalam memilih pemimpin dan wakil rakyat yang berbasis gagasan. Sungguh betapa sakral penyelenggaraan Pemilu ini. Dalam sebuah pemilihan ketua dan pengurus kelas di bangku sekolah saja, akan bermuara pada nyaman tidaknya proses belajar mengajar selama satu tahun. Apalagi pemilihan “ketua dan pengurus” dalam sebuah negara untuk jangka waktu lima tahun yang akan datang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan sebanyak 204.807.222 Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam kontestasi politik kali ini[2]. Sejatinya pilihan yang akan diambil oleh 204.807.222 warga tersebut juga akan berimbas pada nasib generasi mendatang yang saat ini masih belum memiliki hak pilih. Katakanlah sebagai penentuan nasib kare...

remarked as new page

Gambar
A lot of things happened suddenly, especially until this half of 2021. An unexpected pandemic, initially thinking that online classes would only last a few weeks then turned into 3 semesters and who knows how long like this--but it seems to be getting better. Not even 3 months ago my beloved friend left this dunya. Who would have thought that Sunday night's talk would be the last. The field course at the end of semester 4 was originally going to be offline, again, suddenly it was canceled exactly a week before. The past 1.5 years of daily life revolved around endless practicum reports. Carrying my laptop everywhere. I often go back and forth between home and Jogja, more often in Jogja. Some time ago I decide embarked on a delayed trip, considering it was a wise choice to reduce mobility in pandemic conditions. Taking a travel car, I went to Wonosobo, together with a friend who was returning home. If people say Jogja is made of longing, going home, and angkringan. "Wonosobo i...

Mengenal Jurusan Kartografi dan Penginderaan Jauh

Jurusan Kartografi dan Penginderaan Jauh mungkin terdengar asing. Barangkali orang akan bingung ketika mendengar namanya lalu ber-oh tanpa tertarik melanjutkan perbincangan. Namun, Kartografi dan Penginderaan Jauh seharusnya tidak asing bagi siswa SMA berkurikulum K-13 yang memperoleh mapel Geografi, entah wajib ataupun lintas minat. Kalau dilihat dari namanya dan didefinisikan satu per satu, Kartografi singkatnya merupakan ilmu sekaligus seni yang mempelajari mengenai pembuatan peta. Apa yang pertama kali terbayang ketika mendengar peta? Dora The Explorer? Barangkali selama ini tidak terpikir oleh kita tentang bagaimana suatu peta dibuat, kan? Jangan-jangan tidak sadar kalau dalam kehidupan sehari-hari kita sering bersinggungan dengan peta? Sering menggunakan  Google Maps ? Nah! Tuntas mengenai Kartografi, sekarang beralih pada istilah Penginderaan Jauh. Bayangan apa yang timbul mengenai istilah Penginderaan Jauh? Dukun? Cenayang? Bisa sih, tapi lulusan Kartografi dan Pen...

(Bukan) Sekapur Sirih

Blog ini sebenarnya sudah lama saya buat, agak lupa kapan tepatnya, yang jelas jauh sebelum jadi anak SMA. Sementara sekarang sudah hampir tepat purna. Tidak tahu kenapa dulu-dulu saya ndak jadi mengisinya, membiarkannya kosong. Hingga kemudian saya membukanya, mengusap debu yang hinggap pada hari ini. Saya pikir akan benar-benar mulai mengisi blog ini, tapi ndak tahu juga sih 😄. Sedikit aneh memang, di saat orang-orang banyak yang mulai meninggalkan blog atau sekadar hiatus tanpa tenggat waktu yang pasti, saya baru ingin memulainya kembali. Semoga masih diberi sempat oleh-Nya.
Lenyap Aku salah? Maaf kalau iya Kalaupun tidak ya maaf Kau jauh, hilang, dan lenyap Itu pasti karenaku Cukup! Lelah aku mencarimu Di balik mimpi? Tak ada! Lalu di mana? Sudahlah, Aku tak perlu kau kepadaku Jangan lenyap ya Hanya itu.. Pamitlah, padaku.